Minggu, 05 Juni 2016

          
              Satu waktu di siang hari 13.30 an saya bersama kedua anak saya yang balita sedang keluar bersepeda motor ke sebuah swalayan. Kebetulan waktu itu ibu mertua bersama keponakan mau keluar jalan2, supaya anak2 tidak menangis(kelayu) saat mereka berangkat, saya mengajak mrk keluar deket2 rumah. Kami bertiga berjalan masuk ke swalayan, awalx si Noe anak saya pertama kepingin beli buah, setelah sampai di dalam melihat2 dapatnya roti sisir sama permen bulat2 hahaha kesukaan anak2 permen! pikir saya gak papalah tidak setiap hari makan permen, melihat mereka bahagia, saya juga senang sekali, alkhamdulillah..berjalan menyusuri sayuran, buah, sesekali mereka memegangi buah, sambil bertanya nama2 buah sayuran.Pas pulang anak saya rupanya sudah kepingin banget tu makan roti.hehe akhirnya kami makan roti di parkiran sepeda, seperti orang yg perjalanan jauh.hehehhe.


            Ada yg kelewat belum beli minum...Noe bilang "Ma beli minum ya.." kujawab "iya". Bergegaslah kami pulang sambil mencari toko yg jual minuman dingin, rupanya banyak yg tutup, terus berjalan ketemulah toko yg buka, Noe dan IO memilih teh botol dingin. Di bawah pohon mangga kami berteduh sambil minum teh. Ada yg lucu bagi saya, anak saya yg kecil berumur 2 tahunan, si kakak 4 th an. Si IO begitu menikmati tehnya, saya bukakan, ia minum sendiri tanpa sedotan, sembari duduk termenung menikmati segarnya teh kali ya...lucu ekspresi wajahnya, kemudian saya bilang ke anak2 "ayo pulang wes panas capek nak..IO botolnya ditutup ya.."
             Saya amati tangan kanan IO memegang botol sedang yg kiri memegang tutupnya dg tanpa melihat botolnya, dia bisa menutup botolnya! santai, tapi bisa! Subhannallah..anak saya sudah mahir sepertinya motoriknya sempurna :). Alkhamdulillah...jadi anak yg soleh ya. Noe dia bisa ngungkapin suasana hatinya, ucapan yg saya ingat "Ma, suejuk ya disini ena...k banyak pohonnya" hehehe. Amazing banget melihat perkembangan si kecil, walau tidak full time bersama mereka, kami berusaha menjaga quality time kami di saaat sabtu minggu. Semoga kalian jd anak yg soleh, menjadi penyejuk mata dan hati orang tua..aamiin..

Rabu, 02 Maret 2016

kue lapis beras

Bahan :
  • 300 gram tepung beras
  • 150 gram tepung kanji
  • 800 ml santan kental
  • 1 sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan, ikat
  • 350 gram gula pasir
  • 1 1/2 semndok makan margarin
  • secukupnya pewarna makanan kuning muda
  • secukupnya pewarna makanan hijau
  • secukupnya pewarna makanan coklat
Cara membuat
  • Masak santan,garam & daun pandan, aduk2 hingga mendidih, saring
  • Kemudian panaskan kembali santan dengan api kecil ditambah gula dan margarin, aduk2 hingga larut,angkat.
  • Kemudian di wajan lain campurkan jadi satu tepung beras dan tepung kanji.
  • Lalu tuangkan santan hangat tadi kedalamnya, lalu aduk aduk hingga menjadi adonan yang licin.Bagikan adonan ini menjadi 3 bagian (untuk pewarnaan). Sekarang berilah 2 tetes pewarna yang berbeda-beda pada setiap adonan kue dan aduk rata.
  • Ambil loyang yang sudah diolesi minyak goreng & tuang kira-kira 100 ml adonan kuning muda dan kukus selama 10 menit. 
  • Kemudian anda lanjutkan dengan adonan hijau dan coklat, kukus lagi selama 30 menit, angkat dan biarkan dingin. 


sumber : www.blogspot4.com, www.youtube.com, www.google.com
            
               
             

Minggu, 28 Februari 2016

sabar..

"Sabar", kata yg mudah diucap namun sulit untuk dijalankan, membutuhkan latihan2.. Dalam kehidupan sehari2 kita pasti pernah dibuat marah oleh orang lain/suami/istri/mertua/ortu atau siapa saja...jika kita segera ingat kata Sabar...dan mengikutinya dengan ingat dunia ini sebentar saja, kamu harus bisa lulus ujian2nya... seketika menurun tegangan yang ada untuk marah/sebel..manusiawi memang kita pernah marah, saya pun sama juga sering mengalaminya..mengadulah kepada Nya..begitu kata ustadzah...tidak apa2 bercerita ke orang lain asal dpat dipercaya, dengan tujuan mencari solusi, bukan untuk bergibah.Hal ini benar2 saya catat dalam ingatan saya...Semoga kita bisa senantiasa dekat dengan keikhlasan dan kesabaran. amiin...

Selasa, 22 Desember 2015

Selamat hari IBU..:-)

IBU.. Tanpa beliau kita tak mungkin terlahir ke dunia
Tempat kita mengadu suka cita..
Saat menangis, ibu yg mengusap ai mata kita
Saat haus, ibu yg menyusui kita di kala kecil
Saat down, Ibu yg mendinginkan menyemangati kita
Tanpa kenal waktu 24 jam IBU mencurahkan segala perhatiannya untuk kita
Pengorbananmu begitu tulus IBU..
Izinkan anakmu berdoa
"Ya Allah ampunilah segala dosaku, dosa ibu bpk ku, kasihanilah keduanya, sayangi keduanya seperti mreka mengasihiku di kala kecil, berikanlah kesehatan,umur yg panjang barokah, murah rezeki, berikanlah surgamu untuk kedua orang tua kami Ya Allah...aamiin.."

Minggu, 18 Oktober 2015

DILEMA IBU BEKERJA


Di zaman sekarang ini yg serba modern, wanita bekerja menjadi hal yg lumrah, ada beberapa motivasi mrk bekerja, salah satunya demi membantu suami untuk menafhkahi keluarga. Tidak menjadi masalah jika suami dan keluarga bisa saling mensupport satu sama lain. But day not always fine..seperti pagi ini hari senin, dimana minggunya sebagai seorang ibu sekaligus pekerja, saya menyiapkan segala kebutuhan anak, keluarga jg sy pribadi untuk pagi senin memulai bekerja kembali, seragam, asi, makanan sudah sy siapakan sebelum berangkat, tp apa jadiny jika tugas suami yg menyiapakan botol asi dan pompa asi, malah keluar dulu membeli makann untuk mertua, sementara belum ditunaikan dulu tugasnya, astaghfirullah...pagi-pagi saya sudah bangun sambil merayu anak saya yg k2 utk melepas nenenya, malah suami santai lupa tugasnya. seketika hati ini mangkel, di sisi lain saya dituntut tiba kantor tepat waktu, jika tidak maka gaji saya dipotong..hiks2... Ya Allah kepingin tidak marah, bisanya ngedumel di hati, ditambah berangkat kerja, anak2 sudah saya pamiti, saya bilangi "mama ibadah ya nak bekerja mencari rezeki, Noe sama Io yg pinter ya di rumah sama khung sama mbah putri" dijawabnya "iya.." ternyata ketika saya mulai menjalankan motor saya, IO lari sambil menangis nututi di belakang saya...tak tega langsung saya hentikan motor saya, saya gendong dan saya serahkan ke ayahnya dan mbah putri yg berjalan mengejarnya..:'( menangis saya sambil berangkat kerja..
Hanya doa yang sanggup saya panjatkan
"Ya Allah... sebenarnya saya juga senang di rumah mendampingi anak2, tetapi keadaanlah yang mengharuskan saya bekerja membantu suami mencari nafkah, Mohon jagalah keluargaku, anak2 ku Ya Allah, dan sadarkanlah suami saya agar mau bekerja sama dengan baik, krn saya bekerja jg membantunya, saya hanya bisa melakukan semampu saya, jadikan keluarga kami keluarga yg sakinah mawadah wa rahmah..amiin..Jauhkan kami ya Allah dr keluh kesah ampunilah kami, cukupkan segala kebutuhan kami..amiinnn"
Untuk para suami yg kebetulan istri jg bekerja, setidaknya bantulah mereka dan mengertilah bahwa istri bekerja bukan untuk kesenangnnya, tapi untuk membantumu..Semoga para suami dan istri sama2 bisa menjadi orang tua yg soleh,saling menghargai..mohon maaf jika ada salah2 kata, semoga bermanfaat utk saya pribadi dan pembaca..amiin...

Rabu, 20 Mei 2015

momen WOW

Hasil gambar untuk bayi 


Siapa yang tak gemas melihat tingkah polah anak kecil terlebih anak kita sendiri di usia 1-2 tahunan. jika teringat rasanya senyum2 sendiri mengingat tingkah si kecil,waktu itu anak saya yg ke-2 berusia 14 bulanan,sedang asik dan senangnya berjalan. Waktu itu saya ajak ke monkasel dan mall di surabaya tempat saya tinggal. saya lepas dia, dengan riangnya berjalan kesana kemari, sambil mengoceh, loncat...hahahaha mungkin kalau dia bisa mengungkapakn pasti dia mau ngomong " inilah dunia dengan gemerlapnya...hore...aku bisa jalan! :-) ketika saya ajak makan, agak ribet sedikit, namanya anak2, kami berempat sekeluarga, sambil say amakn pangsit, saya suapi juga anak saya yg kecil, sementara ayahnya bersama si Noe yg besar usia 3 tahunan. saat saya sibuk menyuapi, dengan semangatnya anak saya mangap2 minta disuapi sambil bilang "neh..neh.." hehe bahasa yg dia bisa artinya ayo makan..hahahahaha...sementara tangannyamengambili mi yg tumpah disekitar mangkok, dan memasukannya lg ke mangkok. Saya nggak sadar, begitu suami memberi tau,oiya ya...berarti yg dipungut tadi ikut saya sendok lg...wkwkwkwkkwk lucu sekali tingkah anak kecil...Subhanallah...
bagaimana dengan momen bunda lainya? :-) pasti menyenangkan mempunyai anak balita.. Karunia terindah ari Ilahi.. Semoga kita dikaruniai anak2 yg sehat, menyejukkan  mata dan hati orang tua, soleh saleha..amiiin...:-)

Kamis, 12 Maret 2015

IBU ADALAH SEKOLAH UTAMA TERGANTUNG BAGAIMANA KEPALA SEKOLAHNYA?

Dalam konteks pengasuhan, sekolah pertama bagi anak adalah Ibu. Ibu adalah sekolah pertama dan terbaik bagi anak, krn secara psikologis: Ibu memberikan rasa nyaman bagi anak agar betah berlama-lama di dekatnya, menjadi tempat untuk curhat dan diskusi tentang banyak hal terutama menanamkan inilai-nilai agar anak menjadi tangguh menghadapi tantangan kehidupan.

Sulit bagi ibu untuk fokus mendidik anak dan membuat mereka nyaman secara psikologis jika ia tidak mendapat dukungan, apalagi jika hanyut dalam perasaannya sendiri dan mudah stress.
Ibu yg stress akan mudah emosi dan kurang sabar menghadapi anak-anak. Inilah gejala awal munculnya 'mother distrust' dimana anak jadi tidak betah di rumah dan merasa bhw ibu adalah sosok yang tidak mengenakkan.

Semua fungsi dan tugas ibu sbg guru pertama dan utama akan dapat dipenuhi jika peran sbg kepala sekolah yg dipikul Ayah berjalan maksimal.

Mother distrust muncul lagi-lagi karena peran ayah sbg Kepala sekolah hilang atau sangat kurang. Ayah lah yg seharusnya berpikir untuk membuat anak menjadi betah bersama ibunya, dalam hal ini: apakah kebutuhan psikologis ibu. Ibu akan bisa memberikan rasa nyaman kepada keluarga jika ruang bathinyya nyaman. Dan...Ayah-lah yg berkewajiban menyamankan ruang bathin ibu. Ada ruang dan waktu bagi ibu untuk mencurahkan isi hatinya, misalnya: tidak hanya dibebani oleh pusingnya kenaikan harga-harga di luar.

Menurut penelitian, perempuan (makhluk berkromosom XX) yg jiwanya sehat butuh mengeluarkan 20 ribu kata per hari. Ibu yg jaranag diajak ngobrol santai oleh suaminya, maka bahasa tubuh dan nada bicaranya tidak mengenakkan. Menyusui anak akan resah, tak sabar dgn kelakuan anak, bahkan cenderung menjadikan anak sbg sasaran pelimpahan emosi yg tidak semestinya. Jadi, endapan permasalahan dgn sang ayah dimanifestasikan dlm bentuk amarah yg tdk jelas kpd anak-anak.

Terkadang ada Ibu yg tetap sabar kpd anak2nya meskipun Ayah tak memberi ruang bagi jiwanya...tapi manifestasi ekstrimnya dalam bentuk penyakit fisik yg sulit sembuh

Maka tugas wajib Ayah adalahmemberikan ruang, waktu dan suasana setiap hari bagi Ibu untuk bicara sbg upaya utk selalu menyehatkan jiwanya, mendengar keluh kesahnya. Rangkul Ibu utk merah dan menangis kpd Ayah saja agar sehat jiwanya, agar Ibu bisa selalu memberikan bunga cinta utk anak-anaknya.

Ibu yg sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya sbg sekolah terbaik bagi putra putrinya. Ia bisa tahan berjam-jam mendengar keluhan anak-anaknya. Ia mudah memaafkan anaknya. Ia menjadi madrasah yg baik utk menanamkan nilai-nilai keagamaan... dan hal ini harus didukung oleh Ayah yg memperhatikan bathinyya, disamping kesehatan fisiknya. Ibu harus sehat luar dalam.

Ibu yg hebat, berwawal dari suami yg hebat, yg mengerti jiwa dan kebutuhan pasangan. Singkatnya, bahagiakan pasangan kita, krn ia addalah madrasah utama bagi anak-anak kita.
#sumber by Copas.