Sebagai seorang ibu yang bekerja sekaligus ibu dari seorang anak bayi, kegiatan laktasi atau memerah ASI di sela-sela jam kerja adalah kegiatan rutin dan sangat penting bagi saya yang sedang menyusui. Anak saya berumur 11 bulan, rencananya insyaAllah sampai 2 tahun pinginnya kubisa memberi ASI. Awal-awal sehabis cuti bersalin, mulailah kepikiran dimana ya saya bisa memerah ASI? akhirnya dengan terpaksa saya memerah ASI di gudang dekat ruang kerja saya, sebenernya sih sangat tidak disarankan mengingat kondisi gudang sangat jauh dari steril.Namun apalah daya, daripada saya tidak memerah Asi, anak saya nantinya gimana jika saya tinggal bekerja tidak ada Asi.
Kegiatan memerah Asi ini saya lakukan alhamdulillah tidak terasa memasuki 10 bulan lamanya. Tanpa saya duga ketika saya mau memompa ASi ternyata gudang tempat saya memerah ASI sedang difumigasi! Waduh sedih saya kehilangan tempat laktasi. Bingun juga nyari tempat dimana mau memerah Asi, di Dinas tempat saya bekerja lumayan banyak karyawatinya, kebetulan yang sedang menyusui ada 3 ibu, mereka juga tidak punya tempat yang layak untuk laktasi. Akhirnya saya teringat ketika mengikuti seminar seputar breast feeding, oiya ada ruang laktasi katanya di Pemkot ini, kemudian saya bergerak mencari informasi melalui telp, untuk mencari keberadaan ruang laktasi yang notabene sangat diperlukan untuk ibu2 yang sedang menyusui. Alhamdulillah nemu juga akhirnya ternyata di LT 2 gedung Walikota Surabaya, tepatnya di pojok kiri gedung itu. Sebenarnya ada 2 ruang yaitu di lantai 1 & 2. Namun sayang sekali di Lantai 1 dialihfungsikan untuk gudang. :-(. Untungnya bapak petugas lobby di gedung itu baik sekali bersedia
mengantar saya ke ruang laktasi tsb.
Sangat senang sekali bisa memerah
ASi di tempat yg memenuhi syarat untuk Laktasi.Ngomong2 keberadaan Ruang laktasi ini kelihatannya tidak banyak yang tau, melihat ruanganya di pojok gedung ada 2 pintu, nah di pintu lapis kedua ini baru terpampang tulisan RUANG LAKTASI, Alhasil dari luar orang tidak tau jika di dalamnya ada ruang laktasi. Sayang sekali ya.. padahal di setiap Dinas hampir pasti ada ibu yang sedang menyusui. Jika di dinas tempat saya bekerja saja ada 3 ibu yang sedang menyusui, bisa dihitung untuk banyak Dinas di satu lokasi perkantoran ini ada puluhan ibu yang sedang menyusui. Jadi kepikiran juga dimana ya mereka bisa memerah ASI? untuk mereka yang menyadari pentingnya ASI bagi bayi.
ASI yang hadir satu paket dengan hadirnya seorang bayi, adalah anugerah ciptaan Ilahi yang mengandung nutrisi yang sempurna untuk bayi, tidak ada yang dapat mengalahkanya sekalipun susu formula dengan harga yang sangat mahal sekalipun. Impian bagi saya dan ibu2 ingin bisa memberi ASI eksklusif selama 6 bulan. Walau saya pribadi belum bisa full Asi selama 6 bulan, setidaknya saya berusaha semampu saya untuk memberi Asi langsung from the Oven.hehehe begitu mungkin ungkapanya ketika saya di rumah sepulang bekerja, ketika saya bekerja saya perah Asi saya untuk stok besok ketika saya Bekerja dikasihkan si kecil, baru ketika habis anak saya minum sufor.
Salut sekali untuk seorang ibu dengan profesi dokter yang notabene hampir 24 jam bekerjanya bisa memberi Asi eksklusif, beliau adalah seorang relawan di AIMI (asosiasi Ibu menyusui Indonesia) ketika saya mengikuti seminar AIMI, mudah2an nanti ketika saya dianugerahi anak lagi saya bisa memberi ASI eklsklusif seperti beliau. amiin..
Dengan tulisan ini, saya pribadi berharap semoga pemerintah khususnya di pemkot Surabaya, bersedia menambah ruang Laktasi yang layak untuk karyawati pemkot, alangkah baiknya jika di setiap SKPD ada 1 ruang Laktasi sehingga ibu-ibu tidak perlu jauh2 untuk laktasi atau terpaksa memerah ASI di gudang seperti yang saya alami. Juga perlunya sosialisasi yang baik untuk keberadaan ruang Laktasi tersebut. Sehingga ibu-ibu karyawati semakin semangat untuk tetap memberi ASI sekalipun bekerja, demi lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat dan berbudi pekerti luhur, bisa membawa bangsa ini ke masa depan yang lebih baik. amiin...
Jika di Luar Negeri orang-orang meniru budaya kita yang dahulu ibu2 tidak mengenal sufor, lantas kenapa kita yang punya budaya itu malah melupakannya? banyak ibu2 yg termakan iklan sufor. Padahal di negara Barat, iklan tersebut sangat dibatasi, mereka sadar sepenuhnya bahwa ASI sangat penting tidak ada bandingannya. Semangat untuk ibu-ibu menyusui di Indonesia, semoga pemerintah atau tempat dimana saja anda bekerja, dengan sadar menyediakan dan mendukung Gerakan menyusui. :-)