Selasa, 09 April 2013


Kasih ASI Ke Ke Bayi, Ibu Bisa Terhindar Dari 7 Risiko Ini



Bayi yang mendapat ASI eksklusif sejak dini terbukti lebih sehat dan jarang sakit. Tak hanya untuk si jabang bayi, proses menyusui ini ternyata juga bermanfaat bagi ibu.

Proses menyusui perlu dilakukan dengan benar karena berkaitan dengan periode penting bagi pertumbuhan bayi.

Pertemuan negara-negara anggota WHO atau World Health Assembly (WHA) tahun 2002 telah memutuskan mengenai standar emas makanan bayi. WHA merekomendasikan agar proses menyusui dimulai secepat mungkin hingga bayi berusia 6 bulan.

Selama masa ini, bayi hanya diperbolehkan minum ASI saja. Baru setelah 6 bulan, bayi diperbolehkan makan makanan rumahan. Proses pemberian ASI juga sebaiknya diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih.

"Proses menyusui ini bisa dimulai secepatnya dengan cara inisiasi dini, yaitu segera setelah lahir, bayi ditengkurapkan di dada ibu sehingga kulit ibu melekat pada kulit bayi minimal 1 jam,” kata dr Utami Roesli, Sp.A, IBCLC FABM,ketua Sentra Laktasi Indonesia dalam acara diskusi media mengenai Perlindungan Hak Menyusui bagi Wanita Bekerja di Bloeming Bar & Restaurant, FX Plaza Jakarta, Jumat (3/8/2012).

Dengan adanya kontak dini ini, maka tubuh bayi akan tetap hangat sekaligus menstabilkan detak jantung dan pernapasannya. Selain itu, ikatan ibu dengan anak akan makin kuat dan umumnya si bayi lebih berhasil disusui untuk waktu yang lama.

Dr Utami menjelaskan, menyusui bayi akan berdampak panjang bagi kesehatan mental anak. Penelitian menemukan bahwa semakin lama menyusui, maka risiko gangguan mental pada anak semakin berkurang. Selain itu, penelitian lain juga menemukan bahwa anak yang diberi ASI lebih cerdas dan tinggi skor IQ-nya. Di samping manfaatnya bagi bayi, menyusui juga ternyata bermanfaat bagi kesehatan ibu.

"Selama ini, manfaat menyusui identik dengan kesehatan bayi saja. Banyak juga para ibu yang karena berbagai hal tidak memberikan ASI kepada bayinya. Padahal menyusui itu memiliki manfaat yang besar juga bagi ibu," kata dr Utami.

dr Utami membeberkan beragam manfaat menyusui bagi ibu, yaitu:
1. Mengurangi pendarahan dan kurang darah setelah melahirkan.
2. Mengurangi risiko terkena kanker payudara, kanker ovarium dan kanker endometrial
3. Mengurangi risiko terserang penyakit penuaan seperti diabetes melitus, osteoporosis dan rheumatoid artritis
4. Merupakan metode KB paling aman
5. Mengurangi risiko obesitas
6. Mengurangi risiko stres dan kegelisahan
7. Mengurangi risiko tindakan kekerasan dan penelantaran anak sebanyak 4,8 kali lebih kecil.

sumber :  http://www.pucebebe.com

Senin, 11 Maret 2013

Keberadaan Ruang Laktasi di Pemkot Surabaya


    Sebagai seorang ibu yang bekerja sekaligus ibu dari seorang anak bayi, kegiatan laktasi atau memerah ASI di sela-sela jam kerja adalah kegiatan rutin dan sangat penting bagi saya yang sedang menyusui. Anak saya berumur 11 bulan, rencananya insyaAllah sampai 2 tahun pinginnya kubisa memberi ASI. Awal-awal sehabis cuti bersalin, mulailah kepikiran dimana ya saya bisa memerah ASI? akhirnya dengan terpaksa saya memerah ASI di gudang dekat ruang kerja saya, sebenernya sih sangat tidak disarankan mengingat kondisi gudang sangat jauh dari steril.Namun apalah daya, daripada saya tidak memerah Asi, anak saya nantinya gimana jika saya tinggal bekerja tidak ada Asi. 
    Kegiatan memerah Asi ini saya lakukan alhamdulillah tidak terasa memasuki 10 bulan lamanya. Tanpa saya duga ketika saya mau memompa ASi ternyata gudang tempat saya memerah ASI sedang difumigasi! Waduh sedih saya kehilangan tempat laktasi. Bingun juga nyari tempat dimana mau memerah Asi, di Dinas tempat saya bekerja lumayan banyak karyawatinya, kebetulan yang sedang menyusui ada 3 ibu, mereka juga tidak punya tempat yang layak untuk laktasi. Akhirnya saya teringat ketika mengikuti seminar seputar breast feeding, oiya ada ruang laktasi katanya di Pemkot ini, kemudian saya bergerak mencari informasi melalui telp, untuk mencari keberadaan ruang laktasi yang notabene sangat diperlukan untuk ibu2 yang sedang menyusui. Alhamdulillah nemu juga akhirnya ternyata di LT 2 gedung Walikota Surabaya, tepatnya di pojok kiri gedung itu. Sebenarnya ada 2 ruang yaitu di lantai 1 & 2. Namun sayang sekali di Lantai 1 dialihfungsikan untuk gudang. :-(. Untungnya bapak petugas lobby di gedung itu baik sekali bersedia mengantar saya ke ruang laktasi tsb. 
    Sangat senang sekali bisa memerah ASi di tempat yg memenuhi syarat untuk Laktasi.Ngomong2 keberadaan Ruang laktasi ini kelihatannya tidak banyak yang tau, melihat ruanganya di pojok gedung ada 2 pintu, nah di pintu lapis kedua ini baru terpampang tulisan RUANG LAKTASI, Alhasil dari luar orang tidak tau jika di dalamnya ada ruang laktasi. Sayang sekali ya.. padahal di setiap Dinas hampir pasti ada ibu yang sedang menyusui. Jika di dinas tempat saya bekerja saja ada 3 ibu yang sedang menyusui, bisa dihitung untuk banyak Dinas di satu lokasi perkantoran ini ada puluhan ibu yang sedang menyusui. Jadi  kepikiran juga dimana ya mereka bisa memerah ASI? untuk mereka yang menyadari pentingnya ASI bagi bayi. 
      ASI yang hadir satu paket dengan hadirnya seorang bayi, adalah anugerah ciptaan Ilahi yang mengandung nutrisi yang sempurna untuk bayi, tidak ada yang dapat mengalahkanya sekalipun susu formula dengan harga yang sangat mahal sekalipun. Impian bagi saya dan ibu2 ingin bisa memberi ASI eksklusif selama 6 bulan. Walau saya pribadi belum bisa full Asi selama 6 bulan, setidaknya saya berusaha semampu saya untuk memberi Asi langsung from the Oven.hehehe begitu mungkin ungkapanya ketika saya di rumah sepulang bekerja, ketika saya bekerja saya perah Asi saya untuk stok besok ketika saya Bekerja dikasihkan si kecil, baru ketika habis anak saya minum sufor. 
     Salut sekali untuk seorang ibu dengan profesi dokter yang notabene hampir 24 jam bekerjanya bisa memberi Asi eksklusif, beliau adalah seorang relawan di AIMI (asosiasi Ibu menyusui Indonesia) ketika saya mengikuti seminar AIMI, mudah2an nanti ketika saya dianugerahi anak lagi saya bisa memberi ASI eklsklusif seperti beliau. amiin..
      Dengan tulisan ini, saya pribadi berharap semoga pemerintah khususnya di pemkot Surabaya, bersedia menambah ruang Laktasi yang layak untuk karyawati pemkot, alangkah baiknya jika di setiap SKPD ada 1 ruang Laktasi sehingga ibu-ibu tidak perlu jauh2 untuk laktasi atau terpaksa memerah ASI di gudang seperti yang saya alami. Juga perlunya sosialisasi yang baik untuk keberadaan ruang Laktasi tersebut. Sehingga ibu-ibu karyawati semakin semangat untuk tetap memberi ASI sekalipun bekerja, demi lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat dan berbudi pekerti luhur, bisa membawa bangsa ini ke masa depan yang lebih baik. amiin... 
     Jika di Luar Negeri orang-orang meniru budaya kita yang dahulu ibu2 tidak mengenal sufor, lantas kenapa kita yang punya budaya itu malah melupakannya? banyak ibu2 yg termakan iklan sufor. Padahal di negara Barat, iklan tersebut sangat dibatasi, mereka sadar sepenuhnya bahwa ASI sangat penting tidak ada bandingannya. Semangat untuk ibu-ibu menyusui di Indonesia, semoga pemerintah atau tempat dimana saja anda bekerja, dengan sadar menyediakan dan mendukung Gerakan menyusui. :-)

Kamis, 14 Februari 2013

Hari ini milikmu !

Masa lalu, Hari ini dan Esok
Sebenarnya kalo kita renungkan, kita hanya punya 3 macam hari saja :
Yang Pertama :
Hari Kemarin, anda tidak bisa mengubah apapun yang telah terjadi. Anda tidak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja..
Yang Kedua :
Hari Esok. Hingga mentari esok terbit, Anda tak tau apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja...

Yang Ketiga :
Hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri kita untuk hari ini. Kita dapat mengerjakan lebih banyak hall hari inibila kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri. Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga!!!     
sumber : anonim

Tips memasang hiasan dinding percantik rumah

Untuk mempercantik dinding ruangan kita, kita tidak sekedar memaku dinding dan menggantungkan hiasan dinding begitu saja, anda perlu mengamati sekitar anda, agar hiasan dinding terpasang dengan tepat sehingga sesuai manfaat dan dapat mempercantik ruangan anda.

Fungsi hiasan dinding beragam mulai untuk estetika, untuk menutupi tembok yg kotor jika anda belum mengecatnya dsb. Lukisan misalnya mempunyai fungsi estetika yg mampu memberi nuansa yg lain di ruangan anda.

Dimana memajangnya?
Hiasan dinding dapat kita pasang dimana aja sehingga dapat menyemarakan suasana, tetapi perlu diingat untuk disesuaikan dengan fungsi ruangan tsb. Misalnya hiasan untuk kamar mandi akan berbeda dengan hiasan yg kita pasang di ruang tamu. Perlu juga disesuaikan dengan tone/tema ruangan tersebut. Semisal jika ruangan tersebut memilih tema minimalis, maka akan kurang cocok jika kita memasang hiasan dengan bingkai ukiran kayu yg tebal.
Tidak semua benda dapat dipajang di setiap ruangan, misalnya selendang ulos dipasang di dapur. Hal ini kurang efisian karena adanya asap, debu, dan panas yang menyebabkan selendang lebih cepat rusak.