Senin, 11 Maret 2013

Keberadaan Ruang Laktasi di Pemkot Surabaya


    Sebagai seorang ibu yang bekerja sekaligus ibu dari seorang anak bayi, kegiatan laktasi atau memerah ASI di sela-sela jam kerja adalah kegiatan rutin dan sangat penting bagi saya yang sedang menyusui. Anak saya berumur 11 bulan, rencananya insyaAllah sampai 2 tahun pinginnya kubisa memberi ASI. Awal-awal sehabis cuti bersalin, mulailah kepikiran dimana ya saya bisa memerah ASI? akhirnya dengan terpaksa saya memerah ASI di gudang dekat ruang kerja saya, sebenernya sih sangat tidak disarankan mengingat kondisi gudang sangat jauh dari steril.Namun apalah daya, daripada saya tidak memerah Asi, anak saya nantinya gimana jika saya tinggal bekerja tidak ada Asi. 
    Kegiatan memerah Asi ini saya lakukan alhamdulillah tidak terasa memasuki 10 bulan lamanya. Tanpa saya duga ketika saya mau memompa ASi ternyata gudang tempat saya memerah ASI sedang difumigasi! Waduh sedih saya kehilangan tempat laktasi. Bingun juga nyari tempat dimana mau memerah Asi, di Dinas tempat saya bekerja lumayan banyak karyawatinya, kebetulan yang sedang menyusui ada 3 ibu, mereka juga tidak punya tempat yang layak untuk laktasi. Akhirnya saya teringat ketika mengikuti seminar seputar breast feeding, oiya ada ruang laktasi katanya di Pemkot ini, kemudian saya bergerak mencari informasi melalui telp, untuk mencari keberadaan ruang laktasi yang notabene sangat diperlukan untuk ibu2 yang sedang menyusui. Alhamdulillah nemu juga akhirnya ternyata di LT 2 gedung Walikota Surabaya, tepatnya di pojok kiri gedung itu. Sebenarnya ada 2 ruang yaitu di lantai 1 & 2. Namun sayang sekali di Lantai 1 dialihfungsikan untuk gudang. :-(. Untungnya bapak petugas lobby di gedung itu baik sekali bersedia mengantar saya ke ruang laktasi tsb. 
    Sangat senang sekali bisa memerah ASi di tempat yg memenuhi syarat untuk Laktasi.Ngomong2 keberadaan Ruang laktasi ini kelihatannya tidak banyak yang tau, melihat ruanganya di pojok gedung ada 2 pintu, nah di pintu lapis kedua ini baru terpampang tulisan RUANG LAKTASI, Alhasil dari luar orang tidak tau jika di dalamnya ada ruang laktasi. Sayang sekali ya.. padahal di setiap Dinas hampir pasti ada ibu yang sedang menyusui. Jika di dinas tempat saya bekerja saja ada 3 ibu yang sedang menyusui, bisa dihitung untuk banyak Dinas di satu lokasi perkantoran ini ada puluhan ibu yang sedang menyusui. Jadi  kepikiran juga dimana ya mereka bisa memerah ASI? untuk mereka yang menyadari pentingnya ASI bagi bayi. 
      ASI yang hadir satu paket dengan hadirnya seorang bayi, adalah anugerah ciptaan Ilahi yang mengandung nutrisi yang sempurna untuk bayi, tidak ada yang dapat mengalahkanya sekalipun susu formula dengan harga yang sangat mahal sekalipun. Impian bagi saya dan ibu2 ingin bisa memberi ASI eksklusif selama 6 bulan. Walau saya pribadi belum bisa full Asi selama 6 bulan, setidaknya saya berusaha semampu saya untuk memberi Asi langsung from the Oven.hehehe begitu mungkin ungkapanya ketika saya di rumah sepulang bekerja, ketika saya bekerja saya perah Asi saya untuk stok besok ketika saya Bekerja dikasihkan si kecil, baru ketika habis anak saya minum sufor. 
     Salut sekali untuk seorang ibu dengan profesi dokter yang notabene hampir 24 jam bekerjanya bisa memberi Asi eksklusif, beliau adalah seorang relawan di AIMI (asosiasi Ibu menyusui Indonesia) ketika saya mengikuti seminar AIMI, mudah2an nanti ketika saya dianugerahi anak lagi saya bisa memberi ASI eklsklusif seperti beliau. amiin..
      Dengan tulisan ini, saya pribadi berharap semoga pemerintah khususnya di pemkot Surabaya, bersedia menambah ruang Laktasi yang layak untuk karyawati pemkot, alangkah baiknya jika di setiap SKPD ada 1 ruang Laktasi sehingga ibu-ibu tidak perlu jauh2 untuk laktasi atau terpaksa memerah ASI di gudang seperti yang saya alami. Juga perlunya sosialisasi yang baik untuk keberadaan ruang Laktasi tersebut. Sehingga ibu-ibu karyawati semakin semangat untuk tetap memberi ASI sekalipun bekerja, demi lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat dan berbudi pekerti luhur, bisa membawa bangsa ini ke masa depan yang lebih baik. amiin... 
     Jika di Luar Negeri orang-orang meniru budaya kita yang dahulu ibu2 tidak mengenal sufor, lantas kenapa kita yang punya budaya itu malah melupakannya? banyak ibu2 yg termakan iklan sufor. Padahal di negara Barat, iklan tersebut sangat dibatasi, mereka sadar sepenuhnya bahwa ASI sangat penting tidak ada bandingannya. Semangat untuk ibu-ibu menyusui di Indonesia, semoga pemerintah atau tempat dimana saja anda bekerja, dengan sadar menyediakan dan mendukung Gerakan menyusui. :-)

Kamis, 14 Februari 2013

Hari ini milikmu !

Masa lalu, Hari ini dan Esok
Sebenarnya kalo kita renungkan, kita hanya punya 3 macam hari saja :
Yang Pertama :
Hari Kemarin, anda tidak bisa mengubah apapun yang telah terjadi. Anda tidak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja..
Yang Kedua :
Hari Esok. Hingga mentari esok terbit, Anda tak tau apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja...

Yang Ketiga :
Hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri kita untuk hari ini. Kita dapat mengerjakan lebih banyak hall hari inibila kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri. Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga!!!     
sumber : anonim

Tips memasang hiasan dinding percantik rumah

Untuk mempercantik dinding ruangan kita, kita tidak sekedar memaku dinding dan menggantungkan hiasan dinding begitu saja, anda perlu mengamati sekitar anda, agar hiasan dinding terpasang dengan tepat sehingga sesuai manfaat dan dapat mempercantik ruangan anda.

Fungsi hiasan dinding beragam mulai untuk estetika, untuk menutupi tembok yg kotor jika anda belum mengecatnya dsb. Lukisan misalnya mempunyai fungsi estetika yg mampu memberi nuansa yg lain di ruangan anda.

Dimana memajangnya?
Hiasan dinding dapat kita pasang dimana aja sehingga dapat menyemarakan suasana, tetapi perlu diingat untuk disesuaikan dengan fungsi ruangan tsb. Misalnya hiasan untuk kamar mandi akan berbeda dengan hiasan yg kita pasang di ruang tamu. Perlu juga disesuaikan dengan tone/tema ruangan tersebut. Semisal jika ruangan tersebut memilih tema minimalis, maka akan kurang cocok jika kita memasang hiasan dengan bingkai ukiran kayu yg tebal.
Tidak semua benda dapat dipajang di setiap ruangan, misalnya selendang ulos dipasang di dapur. Hal ini kurang efisian karena adanya asap, debu, dan panas yang menyebabkan selendang lebih cepat rusak.

Selasa, 23 Oktober 2012

MPASI bayi 6 bulan ke atas

Alhamdulillah... thank you Allah...Tak terasa Si Kecil telah hampir 7 bulan hadir melengkapi kehidupan kami. 
Noe panggilannya.. :) seorang baby laki-laki yg menggemaskan,lincah,periang dan suka makan dan banyak 
minum asi. Waktu ini mulai terpikir makanan apa ya yg cocok untuk babyku sesuai tahapan umurnya? 
mulailah konsultasi ke dsa ku, Dr. Siti Nurul Hidayati, M.Kes, SPa (K).kata beliau "untuk umur 6 bulan 
kenalkan rasa tunggal makanan seperti rasa beras putih aja, atau beras merah aja,belum boleh yg mix 2 
rasa sekaligus misal wortel + labu.Untuk sayur dan buah baru boleh setelah umur 7 bulan". kemudian 
saya bertanya apakah tanda2 si kecil mulai boleh diberi mpasi? beliau menjawab : "ketika bayi jika didudukan 
sudah bisa menyangga kepala dengan tegak, jika bayi melihat kita makan dia tertarik dengan mengecap2 
mulutnya, dan ketika kita coba memberi makanan dia berusaha meraihnya, si baby suka mengemut2 tangannya.
Hal tsb wajar karena memang sudah desain Yang Maha Kuasa untuk melatih agar ketika tiba waktunya makan
si bayi tidak memuntahkan makanannya".
 
 
 
 
 
 
 
Ketika browsing2 berikut saya dapat resep mpasi untuk bayi kita tercinta : 

RESEP MPASI 6 BULAN/FIRST STAGE WEANING (PENGENALAN RASA)

SEREALIA (tepung beras merah, tepung beras putih, havermuth)
Tepung beras umum digunakan sebagai makanan pertama yang dikenalkan kepada bayi saat mulai makan makanan padat. Tepung beras sangat aman dan jarang menimbulkan alergi.

Sebagai MPASI, tepung beras diolah menjadi bubur tepung dan disajikan dengan susu, buah atau sayur. Untuk pemberian dengan sayur, bisa sebagian air untuk memasak tepung beras diganti dengan air kaldu.

Bubur Tepung Beras Merah / Putih
www.gasolorganik.com
tepung gasol dibuat dari bahan berkwalitas hasil dari pertanian yang menerapkan pola alami,
tanpa pemberian pupuk kimia sintesis
tanpa penyemprotan pestisida
tanpa bahan pewarna
tanpa pengawet
tanpa tambahan rasa
jadi organik

bunda.azzam
02170161674
085780353437



0812 1871 8491

Bahan :
l       2 sdm / 30 gr tepung beras merah/putih
l       ASIP/susu formula secukupnya (30-50 cc)
l       250 cc air matang + 50 cc air matang
Cara membuat:
l       Campur 30 gr tepung beras dengan 50 cc air dan diaduk agar tidak menggumpal
l       Masukkan 250 cc air ke panci dan panaskan sebentar
l       Masukkan campuran air+tepung beras ke panci lalu jerang di atas api kecil sampai mendidih. Teruskan mengaduk hingga mengental


l       Masukkan ASIP yang telah dihangatkan terlebih dahulu ke dalam botol bersendok Pigeon
l       Setelah bubur kental, dinginkan sebentar hingga suhunya menjadi hangat = suhu ASIP yang dihangatkan. Lalu masukkan bubur kental tersebut ke botol bersendok yang telah berisi ASIP. Aduk perlahan-lahan agar nutrisi ASIP tidak rusak
l       Siap dinikmati


SAYURAN
(Ubi jalar, labu parang/butternut squash, labu kabocha kulit hijau, kacang hijau, kentang)
Untuk awal perkenalan Mpasi, sayuran seperti umbi-umbian sangat cocok seperti ubi,  wortel karena rasa manis alami yang dimiliki.
Dikukus dulu untuk tujuan penyimpanan dalam jumlah yg bisa utk disimpan beberapa hari ke depan karena akan menjadi padat dan tidak mengendap serta tidak berubah warna.

Puree Ubi
1/2 - 1 buah ubi jalar ukuran sedang
air secukupnya cukup untuk menggenangi ubi)
Buah dikupas, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus/rebus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air bekas kukusan atau air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
Puree Labu Kabocha/ Labu Parang / butternut squash

Sumber karbohidrat
50 gram labu kuning/labu parang
air secukupnya (cukup untuk menggenangi labu)
Buah dikupas,  cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian/ kotak kotak kecil
Kukus/rebus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air bekas kukusan atau air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
Puree Kacang Hijau
1/4 cangkir kacang hijau
100 cc air 
Cuci sampai bersih kacang hijau
Rebus di atas api sedang selama 15-20 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin,
Haluskan (jgn diblender) lalu saring supaya kulit tidak ikut termakan (khususnya untuk bayi usia di bawah 8 bulan)
tambahkan air bekas kukusan atau air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
Puree Kentang
Sumber karbohidrat
(kentang kurang bergizi)
Kentang tidak boleh diblender
1/2 - 1 buah kentang ukuran sedang
air secukupnya (cukup untuk menggenangi kentang)
Buah dikupas,  cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus/rebus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, hancurkan kentang sampai halus.  tambahkan air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan
PUREE BUAH
Dikukus dulu untuk tujuan penyimpanan dalam jumlah yg bisa utk disimpan beberapa hari ke depan karena akan menjadi padat dan tidak mengendap serta tidak berubah warna.
Puree Apel Fuji/ Manalagi
1/2-1 buah apel matang ukuran sedang yang manis
ASI
Buah dikupas, buang bagian tengahnya, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.
Puree Pear Xiang Lie
1/2-1 buah Pir matang ukuran sedang
ASI
Buah dikupas, buang bagian tengahnya, cuci sampai bersih.
Potong menjadi 4 bagian.
Kukus di atas api sedang selama 5-10 menit.
Angkat dan tiriskan. Setelah dingin, haluskan dengan blender, tambahkan air matang atau ASI/susu formula sampai kekentalan yang diinginkan. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.
Puree Papaya
1/2 Papaya ukuran sedang
ASI
Potong papaya dan buang biji
Buah papaya dikeruk dan haluskan (tdk usah dikukus)
Tambah ASI secukup nya
Puree Pisang ambon/ mas

Tidak boleh dibekukan dan jangan di makan tengah nya pisang karena yang tengah itu bikin sembelit

Kalau anaknya sembelit, jangan dikasih sampai bulan 7
Pisang
ASI
Pisang dikupas dan potong-potong. (tdk usah dikukus)
Haluskan dengan garpu/saringan kawat/blender.
Tambahkan ASI atau susu formula untuk mengencerkan. Kemudian saring dengan menggunakan saringan kawat.


MPASI 6 BULAN TAHAP 2 (SETELAH PENGENALAN RASA)
Bubur Oatmeal
2 sdm Havermuth atau Quick Oats diblender
70 cc air
2 sdm ASI atau susu formula bubuk

Campurkan havermuth dengan air. Masak dalam panci kecil sampai mendidih, kecilkan api, aduk dan masak dengan api kecil selama 5 menit.
Matikan kompor, dinginkan.
Setelah dingin campurkan ASI/susu bubuk aduk rata. Sajikan segera, atau dinginkan atau bekukan terlebih dahulu.

Bubur Havermut rasa bawang
(ntuk yang terkena flu




2 sdm havermut larutkan dengan air secukupnya
150 ml air matang
1 siung Bawang putih cincang halus

Masukkan air matang ke dalam panci bersama bawang masak hingga mendidih dan bawang wangi
Masukkan havermut
Jerang diatas api kecil, aduk2 hingga matang
Bawang putih dapat diganti dengan daun bawang/seledri/bawang merah/daun salam.




PUREE SAYUR
Brokoli dan bayam yang sudah dihangatkan, harus di makan dalam waktu 4 jam. Tidak boleh dibekukan dan dihangatkan kembali. Harus langsung di makan.

Kaldu Sayur / Vegetable Stock

Bisa dibekukan selama 1 minggu
1 bawang Bombay dikupas
125 gram wortel dikupas
1 ikat celery
175 gram ubi manis dikupas
25 gram butter
Sedikit parsley segar
1 lembar daun bay leaf / daun salam
6 lada
900 mili air

Semua sayur di potong
Lelehkan butter di panci besar dan tumis bawang Bombay 5 menit.
Tambahkan semua bahan, tutup dengan air.
Didihkan dan kecilkan api selama 1 jam.
Peras air dari sayur2 yang ada dan simpan kaldu
Puree Zucchini/courgette
2 potong zucchini
Buang kedua ujung nya dan potong2.
Tidak perlu dikupas kulit nya karena lembut tekstur nya.
Dikukus sampai lembut (10 menit) dan blender.
Tidak perlu dicampur lagi dengan air.
Puree Kacang Polong
100 gram kacang polong beku
(kalau kacang polong segar, masak selama 12-15 menit)

Masukkan kacang polong ke dalam air, didihkan.
Kecilkan api dan tutup selama 4 menit sampai kacang polong lunak.
Keringkan dan simpan air bekas mendidihkan.
Hancurkan (jangan diblender) lalu saring supaya kulit tidak ikut termakan (khususnya untuk bayi usia di bawah 8 bulan) dan tambahkan air bekas didihan.
Cocok untuk dikombinasikan dengan kentang, ubi, wortel.

Puree Tomat
2 tomat
Sedikit butter

Masukkan tomat ke air mendidih selama 30 detik
Pindahkan ke air dingin
Buang kulit nya dan biji nya.
Cincang kasar
Lumerkan sedikit butter di panic dan tumis tomat
Blender tomat.
Cocok untuk dikombinasi dengan kentang, kembang kola tau zukini.
Puree Kembang kol

Tidak bisa dibekukan.
Harus disantap dalam waktu 3 jam.
100 gram kembang kol

Cuci yang bersih
Potong kecil kecil bunga nya
Kukus (10 menit)
Blender dan tambahkan air dari bekas kukusan atau air matang atau susu.

Sangat enak bila dicampur dengan sayur umbi2 an seperti puree wortel, puree ubi




PUREE SAYUR + SAYUR
Puree Ubi Merah + Kembang Kol
50 gr ubi jalar merah kupas, potong-potong
1 kuntum kecil kembang kol
3 sdm cairan (air masak/ASI)

Kukus ubi jalar merah dan kembang kol hingga empuk.
Setelah hangat, blender ubi, kembang kol dan cairan hingga lembut. Tuang ke mangkuk bayi.

Puree Salada air (watercress) + Kentang + Zucchini

Salada air mengandung kalsium dan zat besi. Dapat bercampur baik dengan sayuran lain sehingga menjadi puree hijau yang menarik
300 gram kentang
300 mili kaldu sayur
100 gram zukini
1 ikat kecil watercress buang batang
Susu

Rebus kentang dan isi dengan air kaldu sayur selama 5 menit.
Tambahkan potongan zukini dan rebus lagi selama 5 menit.
Tambahkan daun salada air/watercress dan rebus selama 3 menit.
Puree (jangan diblender) dan tambahkan susu sampai kekentalan yang diinginkan

PUREE SAYUR + BUAH
Puree Kentang Pisang
½ pisang ambon dikeruk dan dihaluskan
1 kentang dikupas dan direbus
30-40 ml susu

 
Kentang diblender ampe halus trus dicampur susu & pisang
Puree Kentang Apel
½ apel dikupas dan direbus 10 menit
1 kentang dikupas dan direbus
30-40 ml susu

Kentang & apel diblender ampe halus trus dicampur susu
Puree Ubi Pisang
1 ubi jalar direbus
½ pisang ambon dikeruk dan dihaluskan
30-40 ml susu

 
Ubi dan pisang diblender trus dicampur susu
Puree Apel + Ubi Merah
Untuk 2 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 91 Kkal
Protein: 2,6 g
Lemak: 1,1 g
Karbohidrat: 17,7 g

100 g ubi merah, kupas, iris kecil
60 g apel, kupas, iris kecil
100 g air matang
200 ml ASI ( 2 sdm susu bubuk formula I seduh dengan 200 cc air matang)
Rebus ubi merah dan apel hingga lunak. Angkat dan dinginkan.
Masukkan ke dalam blender, haluskan. Tuang ASI atau susu formula I cair, aduk rata.



Puree Kentang + Melon
Untuk 1 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 120 Kkal
Protein: 1,1 g
Lemak: 3,9 g
Karbohidrat: 17,1 g

1 bh kentang, rebus, kupas, haluskan
50 g melon oranye, rebus 1 menit, haluskan
100 ml ASI (3 takar peres susu formula lanjutan, larutkan ke dalam 90 ml air matang)
Campur kentang dan melon, aduk rata.
Tuangkan ASI atau susu formula lanjutan yang telah dilarutkan. Aduk rata.
Berikan pada bayi dalam keadaan hangat.





PUREE BUAH
Puree Peach
2 peach

Didihkan air
Guratkan bentuk tambah (+) di kulit peach
Lalu masukkan ke dalam air mendidih selama 1 menit
Lalu masukkan ke air dingin.
Kupas kulit nya dan potong peach, buang biji.

Kukus peach selama beberapa menit sampai lunak
Lalu di blender

Puree Cantaloupe Melon (kulit hijau dengan daging orange)  / Honeydew

½ cantaloupe melon

Buang iji, sendok daging buah keluar dan blender
Puree Plum
2 plum matang

Didihkan air
Guratkan bentuk tambah (+) di kulit peach
Lalu masukkan ke dalam air mendidih selama 1 menit
Lalu masukkan ke air dingin.
Kupas kulit nya dan potong peach, buang biji.

Kukus peach selama beberapa menit sampai lunak
Lalu di blender

Cocok untuk dicampur dengan bubur susu, puree pisang atau yoghurt
Puree Alpukat
1 buah alpukat matang
ASI
Buang biji alpukat, lalu haluskan daging buahnya.
Campurkan dengan ASI atau susu formula dengan kekentalan yang diinginkan.
Saran Penyajian: Berikan puree alpukat sebagai makanan tunggal atau campur dengan puree pisang

Variasi: Buah alpukat dikeruk halus dan harus langsung sajikan. Jangan dibekukan



PUREE BUAH + BUAH
Puree Apel Pisang
½ pisang ambon mateng dikeruk & dihaluskan
½ apel merah direbus 10 menit
30-40 ml susu
 
Apel diblender trus dicampur pisang & susu.
Puree Apel +Pear
Kombinasi yang enak

Puree peach + pisang

Puree peach + apel + pear

Pure Pisang + Apel + Pear
(3 Fruit Puree)
Puree Pear
Puree Apel
½ pisang yang dihancurkan

Masukkan campuran puree pear dan apel dan pisang yang sudah dihancurkan
Atau
Puree pear dan pisang diblender sampai halus lalu aduk dengan puree apel


SEREALIA + SAYUR
Bubur Tepung Beras Isi Sayur
Bubur :
40 gr Tepung Beras.
400 ml air
Campur tepung beras dengan sedikit air, aduk rata.
Didihkan sisa air , Masukkan cairan tepung beras, aduk hingga kental, angkat.

Sayuran :
Kupas, cuci dan potong-potong. Potongan sayur secukupnya, masukkan ke panci. Airnya jangan penuh, cukup sepertiga saja. Kalau airnya menipis,  ditambah saja. Jangan lupa, tutup pancinya rapat rapat, agar vitaminnya tak ikut terbang bersama uap air rebusan.  Tambahkan air kaldu jika perlu. (sayuran juga bisa dimasak dengan cara dikukus dalam uap panas, hal ini lebih baik karena vitamin yang dikandung tidak mudah hilang seperti kalau direbus)

Sisa air rebusan bisa ditampung dalam gelas. Ini jaga jaga kalau bubur bikinan kita, kekurangan air, misalnya. 
Setelah empuk alias masak, blender saja sayuran tadi, sampai halus. Kalau kurang air, kucurkan saja air bekas rebusan yang ditampung di dalam gelas tadi
Wortel kukus baru boleh diberikan pada bayi umur 8 bulan+ karenan kandungan nitrat yang tinggi. Begitu juga dengan bayam, hati, dan brokoli kukus baru boleh diberikan pada bayi berumur 7 bulan +
Jangan gunakan air rebusan wortel/bayam/brokoli untuk tambahan air pada saat pengolahan bubur, dan juga jangan gunakan air rebusan tersebut untuk merebus bahan lain.
Untuk bayi yang baru belajar makan, bubur tepung beras dicampur dengan ASI/cairan lain (jus jeruk misalnya) hingga encer. Tingkatkan kepekatan perlahan-lahan setiap hari.


Bursu +  Brokoli
2 sdm tepung beras merah
50 gr brokoli
50 ml air
50 ml ASI/formula

Bersihkan brokoli per kuntum, cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender brokili dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.

Bursu + sawi putih
2 sdm tepung beras merah
50 gr sawi putih iris kecil
50 ml air
50 ml ASI/formula

Sawi putih yang sudah diiris kecil, buang bagian kerasnya cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender sawi putih dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.

Bursu + Caisim
2 sdm tepung beras merah
 50 gr caisim iris kecil
 50 ml air
 50 ml ASI/formula

Cara Membuat :
Caisim yang sudah diiris kecil, buang bagian kerasnya cuci bersih lalu dikukus. Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender caisim dan tepung beras merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan menggunakan saringan kawat.

Bursu + Zucchini
Dapat dicampur dengan puree ubi, puree wortel dan bubur susu


SEREALIA + BUAH (CREAM OF FRUIT)
Bursu + Sari Jeruk

(1 porsi)
20 gr Tepung Beras
200 ml air
ASI atau 6 sendok takar susu formula bubuk
50 ml air jeruk manis.

Campur tepung beras & air, aduk rata, jerang di atas api, aduk sampai mendidih, angkat. Tunggu sampai mendingin.
Masukkan ASI atau susu formula, aduk rata, tunggu sampai agak dingin.
Tuangi air jeruk manis, hidangkan segera.

Bursu + Papaya
Untuk 1 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 109 Kkal
Protein: 1,5 g
Lemak: 3,8 g
Karbohidrat: 17,1 g


1 sdm tepung beras merah
10 ml air matang
100 ml ASI (3 takar peres susu formula lanjutan, larutkan ke dalam 90 ml air matang)
50 g pepaya matang, potong kecil, haluskan

Larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk rata. Masak di atas api kecil hingga matang sambil diaduk agar tidak menggumpal.
Masukkan pepaya, masak sejenak. Angkat.
Tuangkan ASI atau susu formula lanjutan yang telah dilarutkan, aduk rata.
Berikan pada bayi Anda dalam keadaan hangat.


Bursu + Pisang
(2 porsi)
30 gr Tepung Beras.
400 ml air.
ASI atau 12 sendok takar susu formula.
50 ml air.
50 gr pisang ambon, hancurkan dengan garpu.

Campur tepung beras dengan sedikit air, aduk rata.
Didihkan sisa air, Masukkan cairan tepung beras, hingga kental, masukkan pisang masak sebentar, angkat.
Tambahkan ASI atau susu formula, aduk rata, tunggu sampai agak dingin.







Bursu + Avocado

Untuk 2 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 96 Kkal
Protein: 3,1 g
Lemak: 1,3 g
Karbohidrat: 18,0 g
2 sdm tepung beras putih
100 ml air matang
200 ml ASI (2 sdm susu formula I larutkan ke dalam 200 cc air)
60 g avokad, haluskan
Larutkan tepung beras putih ke dalam air, aduk hingga rata.
Jerang di atas api kecil hingga matang. Masukkan avokad, aduk rata. Angkat.
Tuangkan ASI atau susu formula I cair. Aduk hingga rata.
Bursu + Apel + Pisang
Cocok untuk bayi diare