Minggu, 18 Oktober 2015

DILEMA IBU BEKERJA


Di zaman sekarang ini yg serba modern, wanita bekerja menjadi hal yg lumrah, ada beberapa motivasi mrk bekerja, salah satunya demi membantu suami untuk menafhkahi keluarga. Tidak menjadi masalah jika suami dan keluarga bisa saling mensupport satu sama lain. But day not always fine..seperti pagi ini hari senin, dimana minggunya sebagai seorang ibu sekaligus pekerja, saya menyiapkan segala kebutuhan anak, keluarga jg sy pribadi untuk pagi senin memulai bekerja kembali, seragam, asi, makanan sudah sy siapakan sebelum berangkat, tp apa jadiny jika tugas suami yg menyiapakan botol asi dan pompa asi, malah keluar dulu membeli makann untuk mertua, sementara belum ditunaikan dulu tugasnya, astaghfirullah...pagi-pagi saya sudah bangun sambil merayu anak saya yg k2 utk melepas nenenya, malah suami santai lupa tugasnya. seketika hati ini mangkel, di sisi lain saya dituntut tiba kantor tepat waktu, jika tidak maka gaji saya dipotong..hiks2... Ya Allah kepingin tidak marah, bisanya ngedumel di hati, ditambah berangkat kerja, anak2 sudah saya pamiti, saya bilangi "mama ibadah ya nak bekerja mencari rezeki, Noe sama Io yg pinter ya di rumah sama khung sama mbah putri" dijawabnya "iya.." ternyata ketika saya mulai menjalankan motor saya, IO lari sambil menangis nututi di belakang saya...tak tega langsung saya hentikan motor saya, saya gendong dan saya serahkan ke ayahnya dan mbah putri yg berjalan mengejarnya..:'( menangis saya sambil berangkat kerja..
Hanya doa yang sanggup saya panjatkan
"Ya Allah... sebenarnya saya juga senang di rumah mendampingi anak2, tetapi keadaanlah yang mengharuskan saya bekerja membantu suami mencari nafkah, Mohon jagalah keluargaku, anak2 ku Ya Allah, dan sadarkanlah suami saya agar mau bekerja sama dengan baik, krn saya bekerja jg membantunya, saya hanya bisa melakukan semampu saya, jadikan keluarga kami keluarga yg sakinah mawadah wa rahmah..amiin..Jauhkan kami ya Allah dr keluh kesah ampunilah kami, cukupkan segala kebutuhan kami..amiinnn"
Untuk para suami yg kebetulan istri jg bekerja, setidaknya bantulah mereka dan mengertilah bahwa istri bekerja bukan untuk kesenangnnya, tapi untuk membantumu..Semoga para suami dan istri sama2 bisa menjadi orang tua yg soleh,saling menghargai..mohon maaf jika ada salah2 kata, semoga bermanfaat utk saya pribadi dan pembaca..amiin...

Rabu, 20 Mei 2015

momen WOW

Hasil gambar untuk bayi 


Siapa yang tak gemas melihat tingkah polah anak kecil terlebih anak kita sendiri di usia 1-2 tahunan. jika teringat rasanya senyum2 sendiri mengingat tingkah si kecil,waktu itu anak saya yg ke-2 berusia 14 bulanan,sedang asik dan senangnya berjalan. Waktu itu saya ajak ke monkasel dan mall di surabaya tempat saya tinggal. saya lepas dia, dengan riangnya berjalan kesana kemari, sambil mengoceh, loncat...hahahaha mungkin kalau dia bisa mengungkapakn pasti dia mau ngomong " inilah dunia dengan gemerlapnya...hore...aku bisa jalan! :-) ketika saya ajak makan, agak ribet sedikit, namanya anak2, kami berempat sekeluarga, sambil say amakn pangsit, saya suapi juga anak saya yg kecil, sementara ayahnya bersama si Noe yg besar usia 3 tahunan. saat saya sibuk menyuapi, dengan semangatnya anak saya mangap2 minta disuapi sambil bilang "neh..neh.." hehe bahasa yg dia bisa artinya ayo makan..hahahahaha...sementara tangannyamengambili mi yg tumpah disekitar mangkok, dan memasukannya lg ke mangkok. Saya nggak sadar, begitu suami memberi tau,oiya ya...berarti yg dipungut tadi ikut saya sendok lg...wkwkwkwkkwk lucu sekali tingkah anak kecil...Subhanallah...
bagaimana dengan momen bunda lainya? :-) pasti menyenangkan mempunyai anak balita.. Karunia terindah ari Ilahi.. Semoga kita dikaruniai anak2 yg sehat, menyejukkan  mata dan hati orang tua, soleh saleha..amiiin...:-)

Kamis, 12 Maret 2015

IBU ADALAH SEKOLAH UTAMA TERGANTUNG BAGAIMANA KEPALA SEKOLAHNYA?

Dalam konteks pengasuhan, sekolah pertama bagi anak adalah Ibu. Ibu adalah sekolah pertama dan terbaik bagi anak, krn secara psikologis: Ibu memberikan rasa nyaman bagi anak agar betah berlama-lama di dekatnya, menjadi tempat untuk curhat dan diskusi tentang banyak hal terutama menanamkan inilai-nilai agar anak menjadi tangguh menghadapi tantangan kehidupan.

Sulit bagi ibu untuk fokus mendidik anak dan membuat mereka nyaman secara psikologis jika ia tidak mendapat dukungan, apalagi jika hanyut dalam perasaannya sendiri dan mudah stress.
Ibu yg stress akan mudah emosi dan kurang sabar menghadapi anak-anak. Inilah gejala awal munculnya 'mother distrust' dimana anak jadi tidak betah di rumah dan merasa bhw ibu adalah sosok yang tidak mengenakkan.

Semua fungsi dan tugas ibu sbg guru pertama dan utama akan dapat dipenuhi jika peran sbg kepala sekolah yg dipikul Ayah berjalan maksimal.

Mother distrust muncul lagi-lagi karena peran ayah sbg Kepala sekolah hilang atau sangat kurang. Ayah lah yg seharusnya berpikir untuk membuat anak menjadi betah bersama ibunya, dalam hal ini: apakah kebutuhan psikologis ibu. Ibu akan bisa memberikan rasa nyaman kepada keluarga jika ruang bathinyya nyaman. Dan...Ayah-lah yg berkewajiban menyamankan ruang bathin ibu. Ada ruang dan waktu bagi ibu untuk mencurahkan isi hatinya, misalnya: tidak hanya dibebani oleh pusingnya kenaikan harga-harga di luar.

Menurut penelitian, perempuan (makhluk berkromosom XX) yg jiwanya sehat butuh mengeluarkan 20 ribu kata per hari. Ibu yg jaranag diajak ngobrol santai oleh suaminya, maka bahasa tubuh dan nada bicaranya tidak mengenakkan. Menyusui anak akan resah, tak sabar dgn kelakuan anak, bahkan cenderung menjadikan anak sbg sasaran pelimpahan emosi yg tidak semestinya. Jadi, endapan permasalahan dgn sang ayah dimanifestasikan dlm bentuk amarah yg tdk jelas kpd anak-anak.

Terkadang ada Ibu yg tetap sabar kpd anak2nya meskipun Ayah tak memberi ruang bagi jiwanya...tapi manifestasi ekstrimnya dalam bentuk penyakit fisik yg sulit sembuh

Maka tugas wajib Ayah adalahmemberikan ruang, waktu dan suasana setiap hari bagi Ibu untuk bicara sbg upaya utk selalu menyehatkan jiwanya, mendengar keluh kesahnya. Rangkul Ibu utk merah dan menangis kpd Ayah saja agar sehat jiwanya, agar Ibu bisa selalu memberikan bunga cinta utk anak-anaknya.

Ibu yg sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya sbg sekolah terbaik bagi putra putrinya. Ia bisa tahan berjam-jam mendengar keluhan anak-anaknya. Ia mudah memaafkan anaknya. Ia menjadi madrasah yg baik utk menanamkan nilai-nilai keagamaan... dan hal ini harus didukung oleh Ayah yg memperhatikan bathinyya, disamping kesehatan fisiknya. Ibu harus sehat luar dalam.

Ibu yg hebat, berwawal dari suami yg hebat, yg mengerti jiwa dan kebutuhan pasangan. Singkatnya, bahagiakan pasangan kita, krn ia addalah madrasah utama bagi anak-anak kita.
#sumber by Copas.

Selasa, 24 Februari 2015

Jangan menunggu pasangan anda tiada

Hidup berumah tangga akan menjadi sangat indahapabila suami dan istri bersikap saling mencinta, saling menjaga, saling percaya dan saling setia. Hari-hari mereka lewati dalam kebersamaan yang indah, sehingga mampu melewati berbagai rintangan dan badai persoalan kehidupan. Salah satu kunci untuk meraih suasana kebahagiaan hidup berumah tangga adalah kesediaan untuk memberikan yang terbaik bagi pasangan.

Berikan yang terbaik untuk pasangan.
    Bagaimana dengan kita? Mumpung Allah masih berikan kesempatan kepada kita untuk hidup bersama pasangan tercinta, berikan hal terbaik untuknya selagi kita bisa. Jangan menunggu pasangan tiada mendahului kita dan kita baru menyesal belum melakukan hal terbaik untuknya.

Inspirasi cinta Buya Hamka
    Buya Hamka seorang ulama besar di Indonesia, putranya Irfan Hamka menuturkan kondisi Buya sepeninggal istrinya. " Setelah aku perhatikan bagaimana ayah mengatasi duka lara sepeninggal Ummi, baru aku mulai bisa menyimak. Bila sedang sendiri, Ayah selalu kudengar bersenandung dengan suara yang hampir tidak terdengar. Menyenandungkan 'kaba'. jika tidak Ayah menghabiskan 5-6 jam hanya untuk membaca Al Quran".
   Demikian kuat Ayah membaca Al Quran, suatu kali pernah aku tanyakan, "Ayah, kuat sekali Ayah membaca Al Quran?"
   Kau tahu, Irfan, Ayah dan Ummi telah berpuluh puluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah bagi Ayah melupakan kebaikan Ummi. Itulah sebabnya bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, ayah mengenangnya dengan bersenandung. Namun,bila ingatan ayah kpd Ummi itu muncul begitu kuat, Ayah lalu segera mengambil air wudhu. Ayah solat Taubat 2 rakaat, kemudian ayah mengaji.Ayah berupaya mengalihkanya dan memusatkan pikirandan kecintaan Ayah semata-mata kepada Allah," jawab Ayah.
   Mengapa Ayah sampai harus melakukan solat Taubat?" tanyaku lagi.
   "Ayah takut, kecintaan Ayah kpd Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah. Itulah mengapa Ayah solat Taubat terlebih dahulu," jaawab Ayah.
   Luar biasa kisah kasih Buya Hamka. Kita harus bisa mengambil hikmahnya. Kisah kasih yang dirajut dengan sangat mesra sampai akhir hayat mereka. Mereka berusaha saling memberikan yang terbaik bagi pasangan, sehingga mereka pun mendapatkan hal serupa dari pasangannya.

sumber : oase

Senin, 17 November 2014

Kadang Lupa

Menjadi seorang ibu + pekerja membuatku begitu banyak item pekerjaan yg harus dilakukan. mulai memikirkan segala kebutuhan anak, suami, orang tua, belum lagi pekerjaan kantor. fiuh....apalagi ketika libur sabtu minggu, fokus semua waktu untuk keluarga, tak terasa mulai pagi mata melek, pergi ke dapur, memasak, menyuapi si kecil berdua yg pada masih balita, dan seterusnya tak terasa adzan dhuhur berkumandang, ketika badan sudah mulai lelah, berkata dalam hati...iya ya sebegini sibuk ya...apakah akan melupakanku akan kewajibanku sebagai hamba Nya untuk memenuhi panggilan adzan? oh... beratnya... Bismillah...si Noe sama Si IO kecilku... mama solat dulu ya...maen dulu ya di sebelah mama..kamar aku kunci, agar aman.. sementara kumemulai solat.. alkhamdulillah selesai.. 10 menit yg kadang terasa begitu berat ketika sudah berkutat dengan anak2... Ya Allah... jadikan kami dan anak cucu kami termasuk golongan orang yg beriman dan bertakwa kepada Mu. amiin....

Kamis, 11 September 2014

be agood parents

Not just be a good son/girls but be a good parents..:)
Mudah diucap tetapi sulit dijalani...but...harus tetep semangat melakukan yg terbaik. berbisik dalam hati saya yang sekarang sudah tak terasa sudah 2 junior kami..:-) alkhamdulillah..puji syukur kehadirat Allah Swt, telah dianugerahi 2 putra yg lucu, sehat, mudah2an menjadi anak yg soleh..amiin...
Saya dan suami sama2 bekerja, tidak mudah memang menjalaninya, apalagi ketika anak2 kami masih balita..fiuh bisa dibayangin, ketika kami bekerja gimana mereka, siapa yg ngejagain...terpaksa kami titipkan ke budhe, orang tua. Namun yang pasti kami melakukan semuanya untuk anak kami, disamping untuk beribadah kepada Nya melalui amanah yg diberikanNya yaitu anak anugerah terindah yg wajib kami jaga, didik dg sebaik2 nya.. berikut sedikit tips merawat anak yang mungkin bermanfaat bagi pembaca :

1. Quality Time
    Mengingat kami sama-sama bekerja, waktu kami sangat terbatas untuk anak2 kami. Namun jgn berkecil hati, manfaatkan waktu yg terbatas dg sebaik2nya. Bunda dan Ayah yg sama2 bekerja berangkat pagi, pulang malam, bisa memanfaatkan waktu sebelum bekerja misalnya, ketika anda bersiap-siap ke kantor, libatkan anak dalam aktivitas tersebbut, untuk anak yg belum 1 tahun, kami taruh di kereta dorong, sembari saya menyiapkan semuanya, anak saya saya ajak ngobrol, sambil mencuci alat makannya, sesekali dg jaga eye contact " nak, ikut mama nyuci ya, ini alat makan adek.." si kecil merespons dg senyum... oh senangnya, maka anak akan merasa mendapat perhatian dan nggak rewel..Tidak masalah waktu yg sedikit tetapi kita benar2 mengusahakan komunikasi yg baik, sekalipun mungkin baby kita belum bisa mnjawab dg bahasa, tetapi gesture tubuhnya kita bisa memaknainya,ketika anak senang, senyum... indah sekali ya bunda, ayah..:-) bisa jadi obat segalanya. alkhamdulillah...

2. Ajak ngobrol si anak tentang harapan kita
    Semisal ketika kita bermain dengan baby, kita bisa ngobrol sekaligus menjadi doa, dan kata2 yg akan direkam si kecil ngenai harapan kita "nak...bunda/mama doain ya...jadi anak yg soleh, sehat,, panjang umur, barokah, bakti sama orang tua, jadi orang yg berguna,jadi dokter/cita-cita bunda/ ayah untuk anak,selamat duniaakhirat amiin..." sambil kita memeluk/mengusap punggung/rambutnya.. maka baby akan tersenyum riang, seolah dia mengerti, mengamini..:-) so sweet... karena saya yakin dg doa kita sbg orang tua, akan mudah diijabah sama Allah..dan menjadi apa ya semacam bekal positif bagi anak.

Selasa, 09 April 2013


Kasih ASI Ke Ke Bayi, Ibu Bisa Terhindar Dari 7 Risiko Ini



Bayi yang mendapat ASI eksklusif sejak dini terbukti lebih sehat dan jarang sakit. Tak hanya untuk si jabang bayi, proses menyusui ini ternyata juga bermanfaat bagi ibu.

Proses menyusui perlu dilakukan dengan benar karena berkaitan dengan periode penting bagi pertumbuhan bayi.

Pertemuan negara-negara anggota WHO atau World Health Assembly (WHA) tahun 2002 telah memutuskan mengenai standar emas makanan bayi. WHA merekomendasikan agar proses menyusui dimulai secepat mungkin hingga bayi berusia 6 bulan.

Selama masa ini, bayi hanya diperbolehkan minum ASI saja. Baru setelah 6 bulan, bayi diperbolehkan makan makanan rumahan. Proses pemberian ASI juga sebaiknya diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih.

"Proses menyusui ini bisa dimulai secepatnya dengan cara inisiasi dini, yaitu segera setelah lahir, bayi ditengkurapkan di dada ibu sehingga kulit ibu melekat pada kulit bayi minimal 1 jam,” kata dr Utami Roesli, Sp.A, IBCLC FABM,ketua Sentra Laktasi Indonesia dalam acara diskusi media mengenai Perlindungan Hak Menyusui bagi Wanita Bekerja di Bloeming Bar & Restaurant, FX Plaza Jakarta, Jumat (3/8/2012).

Dengan adanya kontak dini ini, maka tubuh bayi akan tetap hangat sekaligus menstabilkan detak jantung dan pernapasannya. Selain itu, ikatan ibu dengan anak akan makin kuat dan umumnya si bayi lebih berhasil disusui untuk waktu yang lama.

Dr Utami menjelaskan, menyusui bayi akan berdampak panjang bagi kesehatan mental anak. Penelitian menemukan bahwa semakin lama menyusui, maka risiko gangguan mental pada anak semakin berkurang. Selain itu, penelitian lain juga menemukan bahwa anak yang diberi ASI lebih cerdas dan tinggi skor IQ-nya. Di samping manfaatnya bagi bayi, menyusui juga ternyata bermanfaat bagi kesehatan ibu.

"Selama ini, manfaat menyusui identik dengan kesehatan bayi saja. Banyak juga para ibu yang karena berbagai hal tidak memberikan ASI kepada bayinya. Padahal menyusui itu memiliki manfaat yang besar juga bagi ibu," kata dr Utami.

dr Utami membeberkan beragam manfaat menyusui bagi ibu, yaitu:
1. Mengurangi pendarahan dan kurang darah setelah melahirkan.
2. Mengurangi risiko terkena kanker payudara, kanker ovarium dan kanker endometrial
3. Mengurangi risiko terserang penyakit penuaan seperti diabetes melitus, osteoporosis dan rheumatoid artritis
4. Merupakan metode KB paling aman
5. Mengurangi risiko obesitas
6. Mengurangi risiko stres dan kegelisahan
7. Mengurangi risiko tindakan kekerasan dan penelantaran anak sebanyak 4,8 kali lebih kecil.

sumber :  http://www.pucebebe.com