Selasa, 24 Februari 2015

Jangan menunggu pasangan anda tiada

Hidup berumah tangga akan menjadi sangat indahapabila suami dan istri bersikap saling mencinta, saling menjaga, saling percaya dan saling setia. Hari-hari mereka lewati dalam kebersamaan yang indah, sehingga mampu melewati berbagai rintangan dan badai persoalan kehidupan. Salah satu kunci untuk meraih suasana kebahagiaan hidup berumah tangga adalah kesediaan untuk memberikan yang terbaik bagi pasangan.

Berikan yang terbaik untuk pasangan.
    Bagaimana dengan kita? Mumpung Allah masih berikan kesempatan kepada kita untuk hidup bersama pasangan tercinta, berikan hal terbaik untuknya selagi kita bisa. Jangan menunggu pasangan tiada mendahului kita dan kita baru menyesal belum melakukan hal terbaik untuknya.

Inspirasi cinta Buya Hamka
    Buya Hamka seorang ulama besar di Indonesia, putranya Irfan Hamka menuturkan kondisi Buya sepeninggal istrinya. " Setelah aku perhatikan bagaimana ayah mengatasi duka lara sepeninggal Ummi, baru aku mulai bisa menyimak. Bila sedang sendiri, Ayah selalu kudengar bersenandung dengan suara yang hampir tidak terdengar. Menyenandungkan 'kaba'. jika tidak Ayah menghabiskan 5-6 jam hanya untuk membaca Al Quran".
   Demikian kuat Ayah membaca Al Quran, suatu kali pernah aku tanyakan, "Ayah, kuat sekali Ayah membaca Al Quran?"
   Kau tahu, Irfan, Ayah dan Ummi telah berpuluh puluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah bagi Ayah melupakan kebaikan Ummi. Itulah sebabnya bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, ayah mengenangnya dengan bersenandung. Namun,bila ingatan ayah kpd Ummi itu muncul begitu kuat, Ayah lalu segera mengambil air wudhu. Ayah solat Taubat 2 rakaat, kemudian ayah mengaji.Ayah berupaya mengalihkanya dan memusatkan pikirandan kecintaan Ayah semata-mata kepada Allah," jawab Ayah.
   Mengapa Ayah sampai harus melakukan solat Taubat?" tanyaku lagi.
   "Ayah takut, kecintaan Ayah kpd Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah. Itulah mengapa Ayah solat Taubat terlebih dahulu," jaawab Ayah.
   Luar biasa kisah kasih Buya Hamka. Kita harus bisa mengambil hikmahnya. Kisah kasih yang dirajut dengan sangat mesra sampai akhir hayat mereka. Mereka berusaha saling memberikan yang terbaik bagi pasangan, sehingga mereka pun mendapatkan hal serupa dari pasangannya.

sumber : oase

Senin, 17 November 2014

Kadang Lupa

Menjadi seorang ibu + pekerja membuatku begitu banyak item pekerjaan yg harus dilakukan. mulai memikirkan segala kebutuhan anak, suami, orang tua, belum lagi pekerjaan kantor. fiuh....apalagi ketika libur sabtu minggu, fokus semua waktu untuk keluarga, tak terasa mulai pagi mata melek, pergi ke dapur, memasak, menyuapi si kecil berdua yg pada masih balita, dan seterusnya tak terasa adzan dhuhur berkumandang, ketika badan sudah mulai lelah, berkata dalam hati...iya ya sebegini sibuk ya...apakah akan melupakanku akan kewajibanku sebagai hamba Nya untuk memenuhi panggilan adzan? oh... beratnya... Bismillah...si Noe sama Si IO kecilku... mama solat dulu ya...maen dulu ya di sebelah mama..kamar aku kunci, agar aman.. sementara kumemulai solat.. alkhamdulillah selesai.. 10 menit yg kadang terasa begitu berat ketika sudah berkutat dengan anak2... Ya Allah... jadikan kami dan anak cucu kami termasuk golongan orang yg beriman dan bertakwa kepada Mu. amiin....

Kamis, 11 September 2014

be agood parents

Not just be a good son/girls but be a good parents..:)
Mudah diucap tetapi sulit dijalani...but...harus tetep semangat melakukan yg terbaik. berbisik dalam hati saya yang sekarang sudah tak terasa sudah 2 junior kami..:-) alkhamdulillah..puji syukur kehadirat Allah Swt, telah dianugerahi 2 putra yg lucu, sehat, mudah2an menjadi anak yg soleh..amiin...
Saya dan suami sama2 bekerja, tidak mudah memang menjalaninya, apalagi ketika anak2 kami masih balita..fiuh bisa dibayangin, ketika kami bekerja gimana mereka, siapa yg ngejagain...terpaksa kami titipkan ke budhe, orang tua. Namun yang pasti kami melakukan semuanya untuk anak kami, disamping untuk beribadah kepada Nya melalui amanah yg diberikanNya yaitu anak anugerah terindah yg wajib kami jaga, didik dg sebaik2 nya.. berikut sedikit tips merawat anak yang mungkin bermanfaat bagi pembaca :

1. Quality Time
    Mengingat kami sama-sama bekerja, waktu kami sangat terbatas untuk anak2 kami. Namun jgn berkecil hati, manfaatkan waktu yg terbatas dg sebaik2nya. Bunda dan Ayah yg sama2 bekerja berangkat pagi, pulang malam, bisa memanfaatkan waktu sebelum bekerja misalnya, ketika anda bersiap-siap ke kantor, libatkan anak dalam aktivitas tersebbut, untuk anak yg belum 1 tahun, kami taruh di kereta dorong, sembari saya menyiapkan semuanya, anak saya saya ajak ngobrol, sambil mencuci alat makannya, sesekali dg jaga eye contact " nak, ikut mama nyuci ya, ini alat makan adek.." si kecil merespons dg senyum... oh senangnya, maka anak akan merasa mendapat perhatian dan nggak rewel..Tidak masalah waktu yg sedikit tetapi kita benar2 mengusahakan komunikasi yg baik, sekalipun mungkin baby kita belum bisa mnjawab dg bahasa, tetapi gesture tubuhnya kita bisa memaknainya,ketika anak senang, senyum... indah sekali ya bunda, ayah..:-) bisa jadi obat segalanya. alkhamdulillah...

2. Ajak ngobrol si anak tentang harapan kita
    Semisal ketika kita bermain dengan baby, kita bisa ngobrol sekaligus menjadi doa, dan kata2 yg akan direkam si kecil ngenai harapan kita "nak...bunda/mama doain ya...jadi anak yg soleh, sehat,, panjang umur, barokah, bakti sama orang tua, jadi orang yg berguna,jadi dokter/cita-cita bunda/ ayah untuk anak,selamat duniaakhirat amiin..." sambil kita memeluk/mengusap punggung/rambutnya.. maka baby akan tersenyum riang, seolah dia mengerti, mengamini..:-) so sweet... karena saya yakin dg doa kita sbg orang tua, akan mudah diijabah sama Allah..dan menjadi apa ya semacam bekal positif bagi anak.

Selasa, 09 April 2013


Kasih ASI Ke Ke Bayi, Ibu Bisa Terhindar Dari 7 Risiko Ini



Bayi yang mendapat ASI eksklusif sejak dini terbukti lebih sehat dan jarang sakit. Tak hanya untuk si jabang bayi, proses menyusui ini ternyata juga bermanfaat bagi ibu.

Proses menyusui perlu dilakukan dengan benar karena berkaitan dengan periode penting bagi pertumbuhan bayi.

Pertemuan negara-negara anggota WHO atau World Health Assembly (WHA) tahun 2002 telah memutuskan mengenai standar emas makanan bayi. WHA merekomendasikan agar proses menyusui dimulai secepat mungkin hingga bayi berusia 6 bulan.

Selama masa ini, bayi hanya diperbolehkan minum ASI saja. Baru setelah 6 bulan, bayi diperbolehkan makan makanan rumahan. Proses pemberian ASI juga sebaiknya diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih.

"Proses menyusui ini bisa dimulai secepatnya dengan cara inisiasi dini, yaitu segera setelah lahir, bayi ditengkurapkan di dada ibu sehingga kulit ibu melekat pada kulit bayi minimal 1 jam,” kata dr Utami Roesli, Sp.A, IBCLC FABM,ketua Sentra Laktasi Indonesia dalam acara diskusi media mengenai Perlindungan Hak Menyusui bagi Wanita Bekerja di Bloeming Bar & Restaurant, FX Plaza Jakarta, Jumat (3/8/2012).

Dengan adanya kontak dini ini, maka tubuh bayi akan tetap hangat sekaligus menstabilkan detak jantung dan pernapasannya. Selain itu, ikatan ibu dengan anak akan makin kuat dan umumnya si bayi lebih berhasil disusui untuk waktu yang lama.

Dr Utami menjelaskan, menyusui bayi akan berdampak panjang bagi kesehatan mental anak. Penelitian menemukan bahwa semakin lama menyusui, maka risiko gangguan mental pada anak semakin berkurang. Selain itu, penelitian lain juga menemukan bahwa anak yang diberi ASI lebih cerdas dan tinggi skor IQ-nya. Di samping manfaatnya bagi bayi, menyusui juga ternyata bermanfaat bagi kesehatan ibu.

"Selama ini, manfaat menyusui identik dengan kesehatan bayi saja. Banyak juga para ibu yang karena berbagai hal tidak memberikan ASI kepada bayinya. Padahal menyusui itu memiliki manfaat yang besar juga bagi ibu," kata dr Utami.

dr Utami membeberkan beragam manfaat menyusui bagi ibu, yaitu:
1. Mengurangi pendarahan dan kurang darah setelah melahirkan.
2. Mengurangi risiko terkena kanker payudara, kanker ovarium dan kanker endometrial
3. Mengurangi risiko terserang penyakit penuaan seperti diabetes melitus, osteoporosis dan rheumatoid artritis
4. Merupakan metode KB paling aman
5. Mengurangi risiko obesitas
6. Mengurangi risiko stres dan kegelisahan
7. Mengurangi risiko tindakan kekerasan dan penelantaran anak sebanyak 4,8 kali lebih kecil.

sumber :  http://www.pucebebe.com

Senin, 11 Maret 2013

Keberadaan Ruang Laktasi di Pemkot Surabaya


    Sebagai seorang ibu yang bekerja sekaligus ibu dari seorang anak bayi, kegiatan laktasi atau memerah ASI di sela-sela jam kerja adalah kegiatan rutin dan sangat penting bagi saya yang sedang menyusui. Anak saya berumur 11 bulan, rencananya insyaAllah sampai 2 tahun pinginnya kubisa memberi ASI. Awal-awal sehabis cuti bersalin, mulailah kepikiran dimana ya saya bisa memerah ASI? akhirnya dengan terpaksa saya memerah ASI di gudang dekat ruang kerja saya, sebenernya sih sangat tidak disarankan mengingat kondisi gudang sangat jauh dari steril.Namun apalah daya, daripada saya tidak memerah Asi, anak saya nantinya gimana jika saya tinggal bekerja tidak ada Asi. 
    Kegiatan memerah Asi ini saya lakukan alhamdulillah tidak terasa memasuki 10 bulan lamanya. Tanpa saya duga ketika saya mau memompa ASi ternyata gudang tempat saya memerah ASI sedang difumigasi! Waduh sedih saya kehilangan tempat laktasi. Bingun juga nyari tempat dimana mau memerah Asi, di Dinas tempat saya bekerja lumayan banyak karyawatinya, kebetulan yang sedang menyusui ada 3 ibu, mereka juga tidak punya tempat yang layak untuk laktasi. Akhirnya saya teringat ketika mengikuti seminar seputar breast feeding, oiya ada ruang laktasi katanya di Pemkot ini, kemudian saya bergerak mencari informasi melalui telp, untuk mencari keberadaan ruang laktasi yang notabene sangat diperlukan untuk ibu2 yang sedang menyusui. Alhamdulillah nemu juga akhirnya ternyata di LT 2 gedung Walikota Surabaya, tepatnya di pojok kiri gedung itu. Sebenarnya ada 2 ruang yaitu di lantai 1 & 2. Namun sayang sekali di Lantai 1 dialihfungsikan untuk gudang. :-(. Untungnya bapak petugas lobby di gedung itu baik sekali bersedia mengantar saya ke ruang laktasi tsb. 
    Sangat senang sekali bisa memerah ASi di tempat yg memenuhi syarat untuk Laktasi.Ngomong2 keberadaan Ruang laktasi ini kelihatannya tidak banyak yang tau, melihat ruanganya di pojok gedung ada 2 pintu, nah di pintu lapis kedua ini baru terpampang tulisan RUANG LAKTASI, Alhasil dari luar orang tidak tau jika di dalamnya ada ruang laktasi. Sayang sekali ya.. padahal di setiap Dinas hampir pasti ada ibu yang sedang menyusui. Jika di dinas tempat saya bekerja saja ada 3 ibu yang sedang menyusui, bisa dihitung untuk banyak Dinas di satu lokasi perkantoran ini ada puluhan ibu yang sedang menyusui. Jadi  kepikiran juga dimana ya mereka bisa memerah ASI? untuk mereka yang menyadari pentingnya ASI bagi bayi. 
      ASI yang hadir satu paket dengan hadirnya seorang bayi, adalah anugerah ciptaan Ilahi yang mengandung nutrisi yang sempurna untuk bayi, tidak ada yang dapat mengalahkanya sekalipun susu formula dengan harga yang sangat mahal sekalipun. Impian bagi saya dan ibu2 ingin bisa memberi ASI eksklusif selama 6 bulan. Walau saya pribadi belum bisa full Asi selama 6 bulan, setidaknya saya berusaha semampu saya untuk memberi Asi langsung from the Oven.hehehe begitu mungkin ungkapanya ketika saya di rumah sepulang bekerja, ketika saya bekerja saya perah Asi saya untuk stok besok ketika saya Bekerja dikasihkan si kecil, baru ketika habis anak saya minum sufor. 
     Salut sekali untuk seorang ibu dengan profesi dokter yang notabene hampir 24 jam bekerjanya bisa memberi Asi eksklusif, beliau adalah seorang relawan di AIMI (asosiasi Ibu menyusui Indonesia) ketika saya mengikuti seminar AIMI, mudah2an nanti ketika saya dianugerahi anak lagi saya bisa memberi ASI eklsklusif seperti beliau. amiin..
      Dengan tulisan ini, saya pribadi berharap semoga pemerintah khususnya di pemkot Surabaya, bersedia menambah ruang Laktasi yang layak untuk karyawati pemkot, alangkah baiknya jika di setiap SKPD ada 1 ruang Laktasi sehingga ibu-ibu tidak perlu jauh2 untuk laktasi atau terpaksa memerah ASI di gudang seperti yang saya alami. Juga perlunya sosialisasi yang baik untuk keberadaan ruang Laktasi tersebut. Sehingga ibu-ibu karyawati semakin semangat untuk tetap memberi ASI sekalipun bekerja, demi lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat dan berbudi pekerti luhur, bisa membawa bangsa ini ke masa depan yang lebih baik. amiin... 
     Jika di Luar Negeri orang-orang meniru budaya kita yang dahulu ibu2 tidak mengenal sufor, lantas kenapa kita yang punya budaya itu malah melupakannya? banyak ibu2 yg termakan iklan sufor. Padahal di negara Barat, iklan tersebut sangat dibatasi, mereka sadar sepenuhnya bahwa ASI sangat penting tidak ada bandingannya. Semangat untuk ibu-ibu menyusui di Indonesia, semoga pemerintah atau tempat dimana saja anda bekerja, dengan sadar menyediakan dan mendukung Gerakan menyusui. :-)

Kamis, 14 Februari 2013

Hari ini milikmu !

Masa lalu, Hari ini dan Esok
Sebenarnya kalo kita renungkan, kita hanya punya 3 macam hari saja :
Yang Pertama :
Hari Kemarin, anda tidak bisa mengubah apapun yang telah terjadi. Anda tidak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja..
Yang Kedua :
Hari Esok. Hingga mentari esok terbit, Anda tak tau apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja...

Yang Ketiga :
Hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri kita untuk hari ini. Kita dapat mengerjakan lebih banyak hall hari inibila kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri. Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga!!!     
sumber : anonim

Tips memasang hiasan dinding percantik rumah

Untuk mempercantik dinding ruangan kita, kita tidak sekedar memaku dinding dan menggantungkan hiasan dinding begitu saja, anda perlu mengamati sekitar anda, agar hiasan dinding terpasang dengan tepat sehingga sesuai manfaat dan dapat mempercantik ruangan anda.

Fungsi hiasan dinding beragam mulai untuk estetika, untuk menutupi tembok yg kotor jika anda belum mengecatnya dsb. Lukisan misalnya mempunyai fungsi estetika yg mampu memberi nuansa yg lain di ruangan anda.

Dimana memajangnya?
Hiasan dinding dapat kita pasang dimana aja sehingga dapat menyemarakan suasana, tetapi perlu diingat untuk disesuaikan dengan fungsi ruangan tsb. Misalnya hiasan untuk kamar mandi akan berbeda dengan hiasan yg kita pasang di ruang tamu. Perlu juga disesuaikan dengan tone/tema ruangan tersebut. Semisal jika ruangan tersebut memilih tema minimalis, maka akan kurang cocok jika kita memasang hiasan dengan bingkai ukiran kayu yg tebal.
Tidak semua benda dapat dipajang di setiap ruangan, misalnya selendang ulos dipasang di dapur. Hal ini kurang efisian karena adanya asap, debu, dan panas yang menyebabkan selendang lebih cepat rusak.